Text
Islam dan Politik di Indonesia
Buku ini adalah otopsi intelektual yang kejam terhadap sebuah raksasa politik yang tewas bukan hanya karena hantaman otoritarianisme Sukarno, melainkan karena "skizofrenia" ideologisnya sendiri yang tak tersembuhkan. Rémy Madinier dengan berani membedah Masyumi bukan sebagai pahlawan yang suci, melainkan sebagai "sosok Janus" yang terjebak dalam delusi: satu wajah mencumbu demokrasi parlementer gaya Barat dengan gairah liberal, sementara wajah lainnya merindukan supremasi integralisme Islam yang menolak kompromi. Melalui narasi yang tajam ini, kita dipaksa menghadapi kenyataan pahit bahwa sejarah Masyumi adalah kronik kegagalan sebuah ambisi yang mencoba mengawinkan dua tuan yang saling cemburu—iman yang absolut dan politik yang nisbi—dan pembaca Indonesia hari ini akan menyadari dengan ngeri bahwa hantu-hantu perdebatan tahun 1959 itu tidak pernah benar-benar mati, melainkan terus bergentayangan, merasuki, dan menyabotase konsensus kebangsaan kita hingga detik ini.
Tidak tersedia versi lain